Sarmi – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sarmi mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator angkutan perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Kabupaten Sarmi, Senin (16/3/2026).
Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas III Dok II Jayapura terkait informasi tinggi gelombang di wilayah perairan Papua yang berlaku mulai 15 Maret 2026 pukul 09.00 WIT hingga 18 Maret 2026 pukul 09.00 WIT.
Dalam rilis BMKG tersebut diperkirakan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Papua, termasuk Perairan Jayapura, Perairan Sarmi–Mamberamo, Perairan Utara Serui, Perairan Utara Pulau Biak, Perairan Timur Pulau Biak, Perairan Barat Pulau Biak, serta Perairan Kepulauan Mapia.
Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah Papua bagian timur yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan serta berdampak pada kondisi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua. Selain itu, pola angin di wilayah tersebut umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 35 knot.
Menanggapi kondisi tersebut, Sat Polairud Polres Sarmi mengimbau kepada masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna dan operator angkutan perairan agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut serta mengutamakan keselamatan pelayaran.
Kasat Polairud Polres Sarmi Ipda Marthinus Allapadang, S.H. menyampaikan agar masyarakat melengkapi alat keselamatan seperti pelampung, tidak memaksakan berlayar saat kondisi cuaca tidak mendukung, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
“Dengan adanya imbauan ini, kami berharap masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut di wilayah Kabupaten Sarmi dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat beraktivitas di laut,” tutupnya.(rd)
Leave a comment