Mamberamo Tengah — Bencana tanah longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Kelila–Wamena serta akses menuju Desa Onggobalo mengakibatkan jalur transportasi utama di wilayah tersebut belum dapat dilalui, Sabtu (25/4/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah distrik melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolsek Kelila, IPTU A. Boikaway, S.H., dengan melibatkan personel Polri, TNI, Brimob, Satgas 521, serta unsur pemerintah setempat.
Peninjauan diawali dengan apel gabungan yang dilaksanakan di Mapolsek Kelila pada pukul 10.00 WIT guna memastikan kesiapan dan kekuatan personel. Selanjutnya, pada pukul 10.30 WIT, tim bergerak menuju lokasi longsor dan tiba sekitar pukul 12.00 WIT.
Setibanya di lokasi, tim melakukan pengecekan kondisi jalan dan mendapati material longsor berupa tanah dan bebatuan masih menutup badan jalan, sehingga belum dapat dilalui kendaraan.
Dalam proses peninjauan, aparat juga menerima informasi terkait adanya oknum masyarakat yang diduga menghambat upaya pembersihan dengan meminta imbalan. Hal tersebut berpotensi memperlambat proses penanganan bencana. Menanggapi hal itu, Kapolsek Kelila memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat agar tidak mengganggu proses perbaikan serta turut mendukung pembukaan akses jalan.
Berdasarkan keterangan warga, kegiatan pembersihan direncanakan akan dimulai pada Senin, 27 April 2026, dengan menggunakan alat berat.
Setelah memastikan kondisi di lapangan, tim gabungan kembali ke Mapolsek Kelila pada pukul 13.00 WIT. Secara umum, situasi terpantau aman dan kondusif, tanpa adanya korban jiwa maupun kerugian personel.
Aparat gabungan akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan longsor berjalan optimal dan akses jalan dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat.(rd)
Leave a comment